Salam damai sukacita sebangsa setanah air.

Belajar Mental Arithmetic orang masih asing tapi kalau kita bilang belajar SEMPOA orang langsung tahu, o itu lho yang dipakai orang-orang Cina semua itu tidak salah tapi mari kita telusuri sejarahnya SEMPOA itu sendiri. Alat hitung yang satu ini pertama kali dimiliki oleh suku BABILONIA dalam bentuk sebilah papan yang ditaburi pasir. Diatasnya orang bisa menorehkan berbagai bentuk huruf atau symbol.

Yang terkenal dengan sebutan ABAKUS dalam bahasa Yunaninya ABAKOS yang artinya “Menghapus debu”. Ketika berubah menjadi alat hitung, bentuknya pun diubah. Permukaan pasir itu menjadi papan yang ditandai garis-garis lengkap dengan sejumlah manik-manik satuan, puluhan, ratusan dan seterusnya.

ABAKUS disempurnakan di zaman Romawi. Papannya dibuat berlekak-lekuk cekung agar saat menghitung manik-manik mudah digerakkan dari atas ke bawah. Kemudian saudagar Cina mengembangkan “HSUAN-PAN” (nampan penghitung) alias abakus itu menjadi dua bagian. Pada jeruji atas dimasukkan dua manik-manik dan jeruji bawah lima manik-manik. Di abad pertengahan abakus makin tersebar luas, diantarannya sampai Eropa, Arab dan Seluruh Asia.

Abakus sampai di Jepang pada abad ke 16. Namun Jepang mengubah susunan manik-manik menjadi satu pada jeruji atas dan empat di jeruji bawah. Satu manik – manik jeruji atas bernilai lima dan empat di jeruji bawah (dimulai dari tengah ke kiri) bernilai satuan, selanjutnya puluhan, ratusan dan seterusnya. Sedangkan dibagian tengah ke kanan untuk menghitung bilangan decimal. Rupanya Abakus ala Jepang ini diberi nama SOROBAN yang belakangan populer kembali masuk di Indonesia awal tahun 1995 dengan metode belajar MENTAL ARITHMETIC.

Manfaat :

Program ini bagi peserta khususnya murid TK A sampai SD Kelas IV yang utama adalah menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri agar lebih optimal. Selain itu manfaat lainnya adalah :

- Meningkatkan daya ingat dan konsentrasi

- Mendorong kreatifitas dan daya pikir logis

- Meningkatkan kecepatan berhitung (tambah, kurang, bagi, kali,desimal), tanpa alat bantu apapun (bayangan)

- Menambah percaya diri dan sikap mental positif

- Meningkatkan daya imajinasi untuk menyelesaikan soal bangun ruang (geometri dan trigonometri)

- Mendorong kesabaran diri anak

- Meningkatkan ketelitian dan analisa

- Meningkatkan kedisiplinan yang tinggi

- Meningkatkan kesukaan akan pelajaran matematika

- Meningkatkan kecepatan, ketepatan dan ketelitian dalam berpikir

Ilmu kemampuan dasar di tingkat pendidikan dasar :

"SALAH SATU ILMU KEMAMPUAN DASAR ADALAH ARITMATIKA YANG MELIPUTI PENGUASAAN BERHITUNG TAMBAH, KURANG, BAGI, KALI DAN DESIMAL". Bila landasan berhitungnya cukup kuat, siswa tentu tak akan menghadapi masalah dalam memahami matematika yang sesuai dengan tuntutan kurikulum.

salam,

Be smart be creative